SIAKAD

KRS Online: Alur, Aturan Beban SKS, dan Kesalahan yang Sering Terjadi

Oleh Tim Kampusin · · 6 menit baca

Memahami alur KRS online, bagaimana batas SKS ditentukan, peran dosen wali, dan penyebab KRS gagal diajukan.

Apa itu KRS?

Kartu Rencana Studi (KRS) adalah daftar mata kuliah yang diambil mahasiswa pada satu semester. KRS menjadi dasar kelas, presensi, dan nilai, sehingga ketepatannya menentukan seluruh proses akademik semester tersebut.

Alur KRS online yang umum

  • Admin akademik membuka periode dan jendela waktu KRS.
  • Mahasiswa memilih mata kuliah yang ditawarkan sesuai kurikulum.
  • Sistem memeriksa batas SKS, prasyarat, kelas penuh, dan bentrok jadwal.
  • Sistem memeriksa syarat administrasi, misalnya tagihan semester.
  • Dosen wali meninjau dan menyetujui atau mengembalikan KRS.
  • KRS yang disetujui menjadi dasar kelas dan presensi.

Bagaimana batas SKS ditentukan

Banyak kampus memakai batas SKS berdasarkan Indeks Prestasi Semester (IPS) sebelumnya: semakin tinggi IPS, semakin banyak SKS yang boleh diambil. Besaran pastinya ditetapkan kampus. SIAKAD yang baik menyimpan aturan ini sebagai data yang bisa diubah admin, bukan tertanam di kode.

Penyebab KRS gagal diajukan

  • Melebihi batas SKS.
  • Prasyarat mata kuliah belum terpenuhi.
  • Kelas sudah penuh atau jadwal bentrok.
  • Ada tagihan yang belum lunas atau mahasiswa terkena cekal.
  • Di luar jendela waktu KRS.
  • Status mahasiswa tidak aktif, misalnya sedang cuti.

Tips untuk kampus

  • Umumkan jendela waktu KRS jauh hari.
  • Tampilkan alasan penolakan secara jelas di layar mahasiswa.
  • Beri dosen wali dasbor mahasiswa binaan agar persetujuan lebih cepat.
  • Pantau mahasiswa yang belum mengajukan KRS menjelang penutupan.