Perguruan Tinggi

Jenis Perguruan Tinggi di Indonesia: Universitas, Institut, Sekolah Tinggi, Politeknik, dan Akademi

Oleh Tim Kampusin · · 6 menit baca

Kenali bentuk-bentuk perguruan tinggi di Indonesia, perbedaan cakupannya, serta bagaimana pengaruhnya pada kebutuhan sistem informasi.

Dasar pembagian

Undang-Undang Pendidikan Tinggi mengenal beberapa bentuk perguruan tinggi, yaitu universitas, institut, sekolah tinggi, politeknik, akademi, dan akademi komunitas. Perbedaannya terletak pada cakupan keilmuan dan jenis pendidikan yang diselenggarakan.

Universitas

Menyelenggarakan pendidikan akademik, dan dapat juga vokasi serta profesi, dalam berbagai rumpun ilmu. Umumnya terbagi dalam fakultas yang dipimpin dekan, dengan rektor sebagai pimpinan perguruan tinggi.

Institut

Berfokus pada satu rumpun ilmu pengetahuan tertentu, misalnya teknologi, pertanian, atau seni, dan umumnya juga memiliki fakultas dan dipimpin rektor.

Sekolah tinggi

Menyelenggarakan pendidikan dalam satu disiplin ilmu tertentu. Biasanya tidak memiliki fakultas, sehingga program studi berada langsung di bawah pimpinan, yaitu ketua.

Politeknik

Menyelenggarakan pendidikan vokasi dalam sejumlah bidang. Umumnya memakai jurusan sebagai unit induk dan dipimpin direktur, dengan penekanan pada praktik dan kemitraan industri. Politeknik kesehatan menekankan praktik klinik pada bidang kesehatan.

Akademi

Menyelenggarakan pendidikan vokasi dalam satu atau sebagian cabang ilmu, umumnya pada jenjang diploma.

Mengapa jenis ini penting bagi sistem informasi?

Perbedaan struktur memengaruhi istilah dan alur kerja: ada yang memakai fakultas, ada yang jurusan, ada yang langsung program studi. Pimpinannya pun berbeda: rektor, ketua, atau direktur. SIAKAD yang fleksibel menyesuaikan istilah, menu, dan dokumen dengan jenis perguruan tinggi, serta membatasi jenjang yang tersedia sesuai kelaziman.

Kampusin mendukung universitas, institut, sekolah tinggi, politeknik, politeknik kesehatan, dan akademi. Lihat penjelasannya di halaman utama bagian "Untuk Berbagai Perguruan Tinggi".